
Sinjai, 4 Agustus 2025 – Suasana khidmat namun penuh semangat mewarnai lapangan UPTD SMP Negeri 1 Sinjai pagi ini dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Sekolah Syamsul Rijal, S.Pd, MM, memimpin jalannya upacara dengan tertib dan lancar. Pelaksanaan upacara hari ini terasa istimewa, dipercayakan kepada siswa-siswi Kelas VII Garuda 1 yang sukses menjalankan tugas mereka dengan baik. Berbeda dari biasanya, seluruh peserta upacara tampak mengenakan kostum berwarna merah dan putih, bukan hanya untuk menyemarakkan euforia bulan kemerdekaan, tetapi juga sebagai penanda dimulainya sebuah proyek kokurikuler yang inovatif.
Dalam amanatnya, Bapak Syamsul Rijal, S.Pd, MM, menekankan pentingnya kebersihan sekolah sebagai tanggung jawab kolaborasi dari semua pihak. Ia mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga murid, untuk bersinergi dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Himbauan ini menjadi pengingat bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan cerminan dari budaya sekolah yang sehat.
Lebih lanjut, Bapak Kepala Sekolah menjelaskan makna di balik kostum merah dan putih yang dikenakan oleh seluruh murid. Kostum tersebut secara simbolis menandai dimulainya pembelajaran proyek kokurikuler selama dua minggu dengan tema “Aku Cinta Tanah Air”. Pembelajaran kokurikuler ini akan dijadikan momentum untuk memaksimalkan semua program sekolah yang telah direncanakan, mengintegrasikan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan kreativitas dalam setiap kegiatan.
Di akhir amanatnya, Bapak Syamsul Rijal, S.Pd, MM, tak lupa memberikan motivasi dan semangat yang membakar kepada seluruh murid yang terpilih untuk mengikuti berbagai lomba, baik di tingkat lokal maupun regional. Ia menegaskan kembali komitmen sekolah untuk selalu mendukung semua murid yang mengikuti lomba sebagai bentuk pengembangan bakat dan minat mereka. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa UPTD SMP Negeri 1 Sinjai tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan aktualisasi potensi non-akademis siswa.
